Selamat Datang di Website Berbagi Kebaikan

Senin, 16 Maret 2015

Riwayat Penulis Sampai Menjadi Seorang Guru

Bagian I


Selama ini banyak orang yang keheranan ketika ada guru bergelar SKM alias Sarjana Kesehatan Masyarakat. Tidak sedikit yang beranggapan skeptis dengan gelar pendidikan yang disandang penulis dikaitkan dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu penulis ingin berbagi cerita tentang profesi penulis, baik sebelum, maupun sesudah menjadi guru.
Berikut sedikit cerita atau catatan tentang kehidupan penulis sehingga menjadi seorang guru.
Ø  Pada akhir tahun 1999, penulis pernah magang selama 3 bulan di Rumah Sakit Umum Banyumas, saat itu rumah sakit Banyumas menjadi rumah sakit percontohan di Provinsi Jawa Tengah.  Pembimbing lapangan saat itu bernama Bapak Putut Karyawan, seorang karyawan RS yang bekerja di bawah naungan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) . Di akhir magang saya pernah ditawari untuk bekerja di Rumah Sakit tersebut asalkan dari Diploma III disarankan untuk meneruskan ke S1 terlebih dahulu.
Ø  Karena keinginan yang kuat pada diri penulis untuk bekerja di Rumah Sakit, maka pada tahun 2000 penulis mencoba untuk melanjutkan ke program S1-nya di Semarang, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengambil fakultas Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja. Kebetulan saat itu hanya ada dua universitas di Semarang yang membuka fakultas Kesehatan Masyarakat, yaitu Universitas Diponegoro (Undip) dan Unimus.
Ø  Keinginan dan kesempatan  saya yang pertama untuk bisa kuliah di Undip tidak tercapai, dan akhirnya saya diterima di Unimus, meskipun dosennya sebagian besar juga dari Undip.
Ø  Tahun 2003 saya selesai study di Unimus, dan mencoba menagih janji yang dulu pernah disampaikan oleh pembimbing saya di RSU Banyumas, namun ternyata Beliau tidak bisa menepati janjinya.
Ø  Akhirnya tahun 2004 saya mencoba mendaftarkan lamaran saya di suatu Lembaga Penelitian Tanaman Obat Karyasari di Bekasi, dan alhamdulillah diterima sebagai peneliiti bersama tim peneliti lain dari dokter, farmasi, biologi, kimia dan pertanian. Kebetulan saya sebagai tenaga kesehatan masyarakatnya. Namun di tengah perjalanannya hati nurani saya berontak, karena pemilik lembaga tersebut adalah seorang Nasrani dan hasil keuntungan dari lembaga tersebut tidak menutup kemungkinan akan digunakan pada kepentingan-kepentingan tersebut seperti kristenisasi.
Ø  Ternyata penulis hanya bertahan 1 tahun di LPTO Karyasari, kemudian penulis mengundurkan diri di lembaga tersebut di akhir tahun 2004. Namun banyak hal-hal yang bisa penulis ambil hikmah dari itu semua. Pertama, penulis mendapat kesempatan berkeliling Indonesia khususnya di Universitas-universitas unggul untuk mengambil hasil-hasil penelitian tanaman obat mulai dari Universitas Indonesia (UI) baik yang di Depok maupun yang di Salemba, ITB Bandung, IPB Bogor, Universitas Padjajaran, UMM dan Unibraw Malang, dll masih banyak yang lainnya selain universitas di Jawa Tengah. Kedua penulis mendapat kesempatan menjadi tutor pada pelatihan tanaman obat kelas pengobat herbal dengan siswa dari para pengobat, farmasi, dokter, dll. Ketiga, penulis mendapat kesempatan menjadi Redaktur sebuah majalah Herba, Keempat penulis mendapat kesempatan menjadi salah satu pembicara di seminar aktif tanaman obat tentang pengobatan tekanan darah tinggi dan ginjal dengan menggunakan tanaman obat di daerah Cilangkap, Jakarta Timur. Dan masih banyak pengalaman yang lain seperti menjadi guide jalan-jalan di kebun tanaman obat di daerah Bogor.
Ø  Pada tahun 2005, penulis di terima di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat di Semarang sebagai seorang penyuluh kesehatan di sekolah-sekolah. Dan akhirnya dari situlah penulis mulai jatuh cinta pada dunia pendidikan. Namun karena pergerakan yang sangat mobile dari lembaga tersebut, akhirnya penulis mengundurkan diri bersama teman-teman di daerah Banyumas dan sekitarnya.
Ø  Pada akhir tahun 2005, penulis bersama teman-teman mendirikan sebuah yayasan tentang tanaman obat bernama, “Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Herbal Insani Perwira atau biasa disingkat HIPA” dan ditunjuk penulis sebagai ketua yayasan. Pergerakannya juga sudah lumayan bagus, mulai dari melobi Dinas Pertanian untuk membuat Lahan Tanaman Obat, PKK Kabupaten Purbalingga untuk penyuluhan rutin dan pengobatan alternatif, bahkan sudah sempat mencetak buku panduan tentang tanaman obat. Namun sekali lagi di tengah perjalanan ada keinginan teman-teman yang ingin bergerak instan dan cepat mendapatkan keuntungan  yang lebih, akhirnya satu persatu anggota mundur dan mencari profesi yang baru.
Ø  Sementara penulis masih menjalankan yayasan tersebut bersama sebagian teman yang lainnya, pada tahun 2006 awal, penulis mencoba mendaftarkan diri kembali di Rumah Sakit PKU Lamongan Jawa Timur. Rumah Sakit tersebut termasuk salah satu rumah sakit terbesar dan terbaik untuk kelas PKU di Indonesia. Ada tiga seleksi di Rumah Sakit tersebut, dan alhamdulillah penulis bisa melalui tahap demi tahap sampai tahap terakhir dan masih tersisa tiga orang termasuk penulis, bersama teman dari Sragen dan Jombang. Ketika pengumuman, betapa kagetnya karena tidak ada satupun peserta tes yang diterima, namun justru titipan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat yang tidak mengikuti tes sama sekali yang diterima. Kekecewaan penulis akhirnya semakin menjadi dan ada rasa trauma ketika mendengar setiap ada lowongan pekerjaan di rumah sakit.
Ø  Akhirnya pada bulan April 2006, penulis mencoba mendaftarkan diri menjadi seorang pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sambas Purbalingga dan alhamdulillah diterima mulai TMT berlaku bulan Juli 2006 sampai dengan penulis menulis cerita ini, yaitu tanggal 17 Maret 2015 sudah kurang lebih 9 tahun penulis mengabdi di MI Istiqomah  Sambas Purbalingga. Kebetulan memang di MI Istiqomah Sambas tidak hanya memandang dari basic pendidikan, Asalkan dari S1, IPK minimal 3.00, dan mampu mengajar, maka bisa menjadi guru di MI Istiqomah Sambas Purbalingga.

Ø  Cerita berikutnya bersambung selama penulis menjadi Guru di MI Istiqomah Sambas Purbalingga. Mulai Penulis menjadi Guru Kelas 4, guru kelas 3 dan guru kelas 5.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar