Selamat Datang di Website Berbagi Kebaikan

Selasa, 17 Maret 2015

Pembinaan Siswa Berprestasi di MI Istiqomah Sambas Purbalingga

PEMBINAAN SISWA BERPRESTASI DI MI ISTIQOMAH SAMBAS PURBALINGGA
I.     Pendahuluan
Siswa adalah aset bagi sekolah, karena berperstasi tidaknya siswa tidak bisa lepas dari sekolah, selain keluarga dan lingkungan. Jika siswa berprestasi, maka peran sekolah akan ikut terbawa. Sekolah menjadi kawah candradimuka para siswa untuk menimba ilmu. Akhir-akhir ini banyak lembaga baik formal maupun non formal mengadakan  event perlombaan siswa berprestasi. Dinas Pendidikan dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN)baik  cabang matematika dan IPA, kemudian dari Kementerian Agama juga dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) juga dengan mapel matematika dan IPA. Belum lagi dari Universitas atau perguruan tinggi seperti Unsoed, UMP, Undip, Unnes, dll. Keikutsertaan lomba sudah sejak tahun 2000-an. Prestasi yang diraih juga sudah cukup banyak dan prestasi yang membanggakan terakhir adalah mendapatkan medali perak dalam Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional ntuk mapel IPA di Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan pengalaman inilah, maka penulis ingin berbagi pengalaman kepada pembaca tentang pembinaan siswa berprestasi khususnya di MI Istiqomah Sambas Purbalingga mengingat jumlah siswa yang cukup banyak yaitu 1150-an siswa.
II.   Pembinaan
1.       Pencarian Bibit Unggul
Tahap ini adalah tahap awal dalam pembinaan siswa berprestasi. Pencarian bibit unggul bisa dimulai dari kelas 3 atau kelas 4 sehingga diharapkan dikelas 5 sudah cukup matang. Dalam memilih siswa berprestasi tidak hanya mempertimbangkan dari nilai akademisi yang bagus saja, tetapi yang lebih penting adalah mempunyai sifat atau karakter bertanding dan berkompetisi serta bermental juara.
2.       Penseleksian
Proses penseleksian dilakukan secara tertulis dan lisan. Tertulis dengan memberi soal sesuai dengan kurikulum 2006 dan pengembangan. Setelah tahap tertulis selesai, maka dilakukan tahap kedua yaitu secara lisan.
3.       Pembinaan
Tahap ini bisa disebut inti dari semua proses kegiatan dalam pembinaan siswa lomba. Dalam membina harus disertai dengan perencanaan yang matang dan jadwal yang kontinue.
4.       Pendampingan Lomba
Setelah melalui proses pembinaan, maka tiba saatnya pada hari pelaksanaan lomba. Meskipun sudah tahap akhir, namun si anak masih perlu pendampingan. Hal ini supaya anak tetap dalam keadaan stabil secara emosi dan tidak mengalami stres meskipun si anak sudah sering mengikuti lomba. Pendampingan lomba bukan hanya sekedar anak dibawakan snack atau makanan, tapi senantiasa diberi motivasi-motivasi. Contoh motivasi yang diberikan pada anak antara lain : bahwa si anak tidak sendirian dalam mengikuti lomba tapi masih ada guru pembimbing yang selalu mendampingi si anak lomba,
III. Penutup
Sebagai penutup, penulis ingin menyampaikan pada pembaca bahwa ibarat anak adalah seperti pita kosong. Jika kita bisa mengisinya dengan baik, maka akan mengeluarkan hasil yang baik. Jika kita bisa membina siswa kita dengan baik dan benar, maka prestasi tinggal menunggu waktu saja.


Catatan :
Beberapa pengalaman penulis dalam keikutsertaan pembinaan lomba  dan prestasi siswa di MI Istiqomah Sambas Purbalingga antara lain :
1.       Finalis ke-5 Olimpiade Online Nasional Tahun 2013
2.       Juara 2 Olimpiade Sains Nasional mapel IPA tahun 2013
3.       Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah mapel Matematika tahun 2013
4.       Juara 2 Olimpiade Sains Nasional mapel Matematika tahun 2014
5.       Juara 1 International Mathamatic Sains Olimpiad (IMSO) Tingkat Kabupaten Tahun 2014
6.       Juara 2 Medali Perak Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional mapel IPA tahun 2014
7.       Finalis ke-5 Olimpiade Online Nasional Tahun 2014

8.       Dan event-event perlombaan  dari beberapa perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya yang tidak bisa dihitung satu persatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar