PEMBINAAN SISWA BERPRESTASI DI MI ISTIQOMAH SAMBAS PURBALINGGA
I. Pendahuluan
Siswa adalah aset bagi sekolah, karena berperstasi tidaknya
siswa tidak bisa lepas dari sekolah, selain keluarga dan lingkungan. Jika siswa berprestasi, maka peran sekolah akan
ikut terbawa. Sekolah menjadi kawah candradimuka para siswa untuk menimba ilmu.
Akhir-akhir ini banyak lembaga baik formal maupun non formal mengadakan event perlombaan siswa berprestasi. Dinas
Pendidikan dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN)baik cabang matematika dan IPA, kemudian dari Kementerian
Agama juga dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) juga dengan mapel matematika
dan IPA. Belum lagi dari Universitas atau perguruan tinggi seperti Unsoed, UMP,
Undip, Unnes, dll. Keikutsertaan lomba sudah sejak tahun 2000-an. Prestasi yang
diraih juga sudah cukup banyak dan prestasi yang membanggakan terakhir adalah
mendapatkan medali perak dalam Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional ntuk mapel IPA di Makassar,
Sulawesi Selatan. Berdasarkan pengalaman inilah, maka penulis ingin berbagi
pengalaman kepada pembaca tentang pembinaan siswa berprestasi khususnya di MI
Istiqomah Sambas Purbalingga mengingat jumlah siswa yang cukup banyak yaitu
1150-an siswa.
II. Pembinaan
1. Pencarian
Bibit Unggul
Tahap ini adalah
tahap awal dalam pembinaan siswa berprestasi. Pencarian bibit unggul bisa
dimulai dari kelas 3 atau kelas 4 sehingga diharapkan dikelas 5 sudah cukup
matang. Dalam memilih siswa berprestasi tidak hanya mempertimbangkan dari nilai
akademisi yang bagus saja, tetapi yang lebih penting adalah mempunyai sifat
atau karakter bertanding dan berkompetisi serta bermental juara.
2. Penseleksian
Proses
penseleksian dilakukan secara tertulis dan lisan. Tertulis dengan memberi soal
sesuai dengan kurikulum 2006 dan pengembangan. Setelah tahap tertulis selesai,
maka dilakukan tahap kedua yaitu secara lisan.
3. Pembinaan
Tahap ini bisa
disebut inti dari semua proses kegiatan dalam pembinaan siswa lomba. Dalam
membina harus disertai dengan perencanaan yang matang dan jadwal yang kontinue.
4. Pendampingan
Lomba
Setelah melalui
proses pembinaan, maka tiba saatnya pada hari pelaksanaan lomba. Meskipun sudah
tahap akhir, namun si anak masih perlu pendampingan. Hal ini supaya anak tetap
dalam keadaan stabil secara emosi dan tidak mengalami stres meskipun si anak
sudah sering mengikuti lomba. Pendampingan lomba bukan hanya sekedar anak
dibawakan snack atau makanan, tapi senantiasa diberi motivasi-motivasi. Contoh
motivasi yang diberikan pada anak antara lain : bahwa si anak tidak sendirian
dalam mengikuti lomba tapi masih ada guru pembimbing yang selalu mendampingi si
anak lomba,
III. Penutup
Sebagai penutup, penulis ingin menyampaikan pada
pembaca bahwa ibarat anak adalah seperti pita kosong. Jika kita bisa mengisinya
dengan baik, maka akan mengeluarkan hasil yang baik. Jika kita bisa membina
siswa kita dengan baik dan benar, maka prestasi tinggal menunggu waktu saja.
Catatan :
Beberapa pengalaman penulis dalam keikutsertaan
pembinaan lomba dan prestasi siswa di MI
Istiqomah Sambas Purbalingga antara lain :
1. Finalis
ke-5 Olimpiade Online Nasional Tahun 2013
2. Juara
2 Olimpiade Sains Nasional mapel IPA tahun 2013
3. Juara
1 Kompetisi Sains Madrasah mapel Matematika tahun 2013
4. Juara
2 Olimpiade Sains Nasional mapel Matematika tahun 2014
5. Juara
1 International Mathamatic Sains Olimpiad (IMSO) Tingkat Kabupaten Tahun 2014
6. Juara
2 Medali Perak Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional mapel IPA tahun 2014
7. Finalis
ke-5 Olimpiade Online Nasional Tahun 2014
8. Dan
event-event perlombaan dari beberapa perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya yang tidak bisa dihitung satu persatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar