Oleh : Mukhtar Arief Mahmudi
Staf Pengajar di MI Istiqomah Sambas
Purbalingga
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keberhasilan
suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dipengaruhi langsung oleh guru yang
mengajar. Dengan menggunakan strategi, pendekatan dan metode yang tepat dan
sesuai dengan keadaan kelas akan sangat membantu guru untuk menyampaikan materi
pembelajaran yang ingin di sajikan dan murid juga akan sangat mudah memahami
materi tersebut. Di dalam bab
pembahasan akan dijelaskan
beberapa strategi, pendekatan, dan metode pada pembelajaran IPA yang dapat
digunakan dalam menjelaskan materi ataupun konsep-konsep IPA di SD/MI. Perlu
diketahui bahwa tidak ada metode yang dapat diserap 100% oleh siswa, namun
dengan menggunakan metode yang tepat akan sangat membantu siwa dalam mencapai
tujuan belajarnya dengan optimal.
B. Rumusan Masalah
1. Apa sajakah pendekatan pada
pembelajaran IPA di SD/MI.
2. Bagaimanakah strategi dan
metode pada pembelajaran IPA di SD/MI.
C. Tujuan
Tujuan
yang ingin dicapai melalui penulisan makalah ini adalah :
1. Dapat menjelaskan pendekatan
yang dapat digunakan dalam menjelaskan konsep-konsep IPA di SD/MI.
2. Dapat menjelaskan strategi dan
metode pada pembelajaran IPA di SD/MI.
3. Sebagai calon seorang guru,
kita dapat nantinya mengaplikasikan hal tersebut dengan optimal.
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Beberapa Pendekatan Dalam
Pembelajaran IPA di SD/MI
Pendekatan
pembelajaran adalah titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih
sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari
metode pembelajaran.
a. Pendekatan Ekspositori
Pendekatan
ini lebih bersifat “memberi tahu”. Artinya guru lebih dominan dalam proses
pembelajaran. Dalam hal ini siswa bersifat pasif, hanya menerima pelajaran yang diberikan oleh
guru. Yang dilakukan guru pada pendekatan ini umumnya adalah memberi ceramah,
mendemonstrasikan sesuatu dan lain-lain.
Keuntungan
dengan menggunakan pendekatan ini adalah bahwa bahan pelajaran dapat
diselesaikan dengan cepat dan dimengerti oleh siswa. Pendekatan ini dapat
digambarkan sebagai DDCH (Duduk, Dengar, Catat, Hafal). Sehingga dalam
pendekatan ini gurunya aktif sedangkan siswanya pasif.
b. Pendekatan Inkuari
Pendekatan
ini lebih bersifat “mencari tahu”. Artinya siswa sangat aktif mencari sendiri
informasi yang ia perlukan. Dalam pendekatan ini dominasi guru lebih sedikit.
Dari penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa pendekatan inkuari bertolak
belakang dengan pendekatan ekspositori. Pendekatan ini menginginkan keaktifan
siswa untuk memperoleh informasi sampai menemukan konsep-konsep IPA. Dalam
pendekatan ini guru membimbing siswa menemukan sendiri konsep-konsep itu
melalui kegiatan belajarnya.
Ditinjau
dari kadar keterlibatan guru dalam pembelajaran, pendekatan ini terdiri dari :
c. Pendekatan
Free Discovery (Penemuan Bebas)
Dengan
pendekatan ini siswa diberi kebebasan untuk memilih sendiri masalah yang akan
dipelajari maupun cara untuk memecahkan masalah tersebut. Pendekatan ini cocok
bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan untuk berfikir formal. Namun menurut
pengalaman piaget, ternyata tidak banyak anak usia SD/MI yang sudah mencapai
tingkat pemikiran semacam itu.
d Pendekatan Guide Discovery
(Penemuan Terbimbing)
Pendekatan
ini dapat dikatakan sebagai gabungan dari pendekatan ekspositori dengan
inkuari, tujuannya adalah untuk mendapatkan efektivitas yang optimal khususnya
bagi anak usia SD/MI. Carin dan Sund (1985) mengatakan anak-anak yang masih
sangat muda, perlu mendapat bimbingan guru yang relatif besar.
Pendekatan
ini merupakan pendekatan yang paling tepat digunakan untuk anak usia SD/MI.
Dalam hal ini siswa aktif melakukan eksplorasi atau observasi atas bimbingan
guru. Kegiatan ini dapat meningkatkan intelektual siswa, dan hasil belajar
menjadi lebih tinggi serta dapat mengembangkan sikap positif terhadap IPA.
e. Pendekatan Eksploratory
Discovery (Penemuan Eksploratorik)
Dalam pendekatan ini tugas guru antara lain:
1)
Melontarkan masalah-masalah dan
mengundang siswa untuk memecahkan masalah tersebut.
2) Memberi
motivasi belajar.
3) Membantu
siswa yang benar-benar memerlukan agar tidak mengalami jalan buntu atau
frustasi.
4)
Bila perlu, guru sebagai narasumber.
Keuntungan
dengan menggunakan pendekatan ini antara lain:
1)
Dapat memberi kemampuan awal kepada
siswa untuk melakukan sendiri suatu penelitian.
2)
Dapat memacu keberanian siswa untuk
melakukan penelitian secara mandiri dimasa yang akan datanng.
c. Pendekatan Proses
Pendekatan
ini senada dengan pendekatan inkuari, karena pendidikan ini menginginkan
keaktifan siswa dan juga
guru tidak dominan dalam proses pembelajaran tetapi bertindak sebagai
organisator dan fasilitator saja.
Pendekatan ini
memiliki ciri-ciri khusus:
1)
Ilmu pengetehuan tidak dipandang sebagai
produk semata tetapi sebagai proses.
2)
Siswa dilatih untuk terampil dalam
memperoleh dan memproses informasi dalam pikirannya.
d. Pendekatan Konsep
Konsep
adalah suatu ide yang menghubungkan beberapa fakta. Dalam pencapaian atau
pembentukan konsep biasanya peserta didik memerlukan benda-benda konkrit untuk
diotak-atik, eksplorasi fakta-fakta dan ide-ide secara mental. Pendekatan
konsep memerlukan lebih dari sekedar menghafal, lebih menunjukkan gambaran yang
lebih tepat tentang IPA.
e. Pendekatan STM
Pendekatan
ini diyakini oleh para pakar pendidikan IPA di Amerika sebagai pendidikan IPA
yang paling tepat sebab mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi abad ke 21
yaitu abad ketergantungan manusia kepada sains dan teknologi. Rasional dari
pendekatan ini adalah segala penemuan dalam bidang sains dan teknologi dapat
untuk kesejahteraan manusia. Didalam pendekatan IPA dengan pendekatan STM, guru
membantu murid-murid mempelajari sains dengan menggunakan isu-isu dalam
masyarakat yang merupakan dampak sains dan teknologi sebagai piñata
pembelajaran IPA.
f. Pendekatan Factual
Pendekatan
ini menekankan penemuan fakta-fakta dalam IPA . contoh informasi yang
didapatkan murid dengan pendekatan ini, misalnya ular termasuk golongan reptil,
merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari. Metode yang digunakan
dalam pendekatan ini adalah membaca, mengulang, melatih dan lain-lain. Pada dasarnya pembelajaran IPA dengan
pendekatan ini akan menimbulkan kebosanan pada diri murid-murid dan tidak
memberikan gambaran yang benar tentang IPA.
2. Strategi dan Metode
Pembelajaran IPA di SD/MI
A. Srategi Pembelajaran IPA di SD/MI
Dalam
dunia pendidikan, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai pola umum atau
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Sebelum menentukan strategi pembelajaran, perlu
dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. Namun kita
perlu mengingat bahwa tidak seua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk
mencapai semua tujuan dan semua keadaan.
Berikut ini beberapa strategi
pembelajaaran IPA :
1. Strategi Pembelajaran Langsung
Strategi
ini adalah yang paling banyak digunakan oleh guru. Strategi ini efektif untuk
menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap.
Kelebihan
strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan oleh guru. Sedangkan
kelemahannya adalah siswa dituntut memiliki sikap yang diperlukan untuk
pemikiran kritis.
2. Strategi Pembelajaran Tak
Langsung
Strategi
ini berlawanan dengan strategi pembelajaran langsung. Strategi pembelajaran tak
langsung biasanya berpusat pada siswa. Pada strategi ini guru berperan sebagai
fasilitator, yang mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
Kelebihan
strategi ini adalah mendorong kreativitas dan pengembangan keterampilan
interpersonal dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa. Sedangkan
kelemahannya adalah memerlukan waktu yang panjang dalam penerapannya.
3. Strategi Pembelajaran Interaktif
Strategi
ini menekankan pada diskusi dan sharing diantara peserta didik. Kegiatan
seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat saling berbagi
pengalaman yang mereka miliki dalam mengerjakan suatu tugas.
Kelebihan
strategi ini adalah siswa dapat belajar dari temannya dan gurunya dan belajar
menghargai pendapat temannya. Sedangkan kekurangannya adalah bahwa pembelajaran
sangat bergantung pada kecakapan guru dalam menyusun dan mengembangkan dinamika
kelompok.
4. Strategi Pembelajaran Empiric
Strategi
ini berpusat pada siswa dan berbasis aktivitas.
Kelebihan
strategi ini adalah meningkatkan
partisipasi siswa, meningkatkan sifat kritis siswa. Sedangkan kelemahannya
adalah penekanan hanya pada proses bukan pada produk dan memerlukan waktu yang
panjang.
5. Strategi Pembelajaran Mandiri
Strategi
ini bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan
diri. Stratgi ini kurang cocok sebenarnya untuk anak SD/MI tapi tidak salah
apabila digunakan.
Kelebihan
strategi ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggungjawab.
Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan pemikiran yang kritis dan pemikiran
yang dewasa, sehingga sulit menggunakannya untuk anak usia SD/MI.
B. Metode Pembelajaran IPA di SD/MI
Metode
adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar
yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Berikut ini
adalah beberapa metode pembelajaran ipa di SD/MI :
1. Metode Diskusi
Metode
diskusi adalah metode dimana guru membagi siswa dalam beberapa kelompok,
kemudian memberikan suatu persoalan atau masalah untuk dipecahkan secara
bersama-sama dengan teman satu kelompoknya.
Ciri-ciri metode
ini adalah :
§ Siswa
dibagi dalam beberapa kelompok
§ Ada
permasalahan yang sedang dicarikan solusinya
§ Ada
yang menjadi pemimpin
§ Ada
proses tukar pendapat
§ Ada
hasil diskusi.
2. Metode Demonstrasi
Metode
demonstrasi adalah metode mengajar yang digunakan guru dengan menggunakan
peragaan untuk memperjelas suatu pengertian ataupun konsep-konsep IPA kepada
siswa. Metode mengajar yang seperti ini sangat disukai oleh siswa karena adanya
pergerakan pada proses belajar-mengajar.
3. Metode Tanya Jawab
Metode
Tanya jawab adalah cara penyajian bahan ajar dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan
yang memerlukan jawaban untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Kelebihan metode
ini adalah :
§ Suasana
belajar yang lebih aktif
§ Siswa
memperoleh kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami
§ Guru
dapat mengetahui tingkat penguasaan peserta didik secara langsung
§ Dapat
melatih siswa untuk mengemukakan pendapat secara lisan.
Kelemahan metode
ini adalah :
§ Pertanyaan
yang diberikan cenderung meminta jawaban yang bersifat hafalan
§ Guru
sulit mengetahui secara pasti tentang siswa yang tidak mengajukan pertanyaan,
apakah sudah menguasai atau belum.
4. Metode Ceramah
Metode
ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan tidak asing lagi
dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan. Cara ini kadang
membosankan, maka dalam pelaksanaannya memerlukan keterampilan tertentu, agar
penyajiannya tidak membosankan dan dapat menarik perhatian siswa.
Kelebihan metode
ini adalah :
§ Merupakan
metode yang murah dan mudah
§ Dapat
menyajikan materi yang pelajaran yang luas
§ Dapat
mengontrol keadaan kelas
§ Dapat
diikuti jumlah siswa yang besar
§ Dapat
menyelesaikan materi pelajaran dengan cepat.
Kelemahan metode
ini adalah :
§ Materi
yang dikuasai siswa akan terbatas pada apa yang dikuasai guru
§ Guru
yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, maka siswa akan merasa bosan
§ Guru
sulit mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti tentang materi yang sudah
dijelaskan oleh guru
§ Cenderung
membuat siswa pasif.
5. Metode Eskperimen
Metode
pembelajaran eksperimen adalah cara pengelolaan pembelajaran dimana siswa
melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri konsep
IPA yang dipelajarinya.
6. Metode Study Tour
Metode ini
adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek
guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan
mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan dengan didampingi oleh pendidik.
7. Metode Resitasi
Metode
pembelajaran resitasi adalah metode pengajaran dengan mengharuskan siswa
membuat resume dengan kalimat sendiri.
8. Dan lain-lain.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
penjelasan bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pengertian daripada
pendekatan, strategi, dan metode dalam proses belajar-mengajar adalah berbeda.
Namun dalam penerapannya ketiga hal tersebut saling berkaitan, sehingga banyak
orang menganggap bahwa itu adalah sama. Pendekatan pembelajaran itu sendiri
dapat diartikan sebagai titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih
sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari
metode pembelajaran. Dan Strategi Pembelajaran adalah pola umum atau
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan metode pembelajaran adalah cara yang
digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah
ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Jadi
jelaslah bahwa ketiganya memang berbeda.
B. Saran
Sebagai seorang guru yang yang profesional saat
mengajar di dalam kelas, kita harus memiliki wawasan yang luas, tentang
bagaimana cara mengajar yang menarik bagi siswa dan tidak membosankan. Setelah
membaca makalah ini, disarankan kita dapat menggunakan metode mengajar yang
sesuai dengan situasi dan keadaan kelas, sehingga proses belajar-mengajar dapat
berjalan dengan optimal .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar