Selamat Datang di Website Berbagi Kebaikan

Sabtu, 21 Maret 2015

Berbagai Pendekatan Strategi Metode Pembelajaran IPA di SD/MI


Oleh : Mukhtar Arief Mahmudi
Staf Pengajar di MI Istiqomah Sambas Purbalingga


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keberhasilan suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dipengaruhi langsung oleh guru yang mengajar. Dengan menggunakan strategi, pendekatan dan metode yang tepat dan sesuai dengan keadaan kelas akan sangat membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran yang ingin di sajikan dan murid juga akan sangat mudah memahami materi tersebut. Di dalam bab pembahasan akan dijelaskan beberapa strategi, pendekatan, dan metode pada pembelajaran IPA yang dapat digunakan dalam menjelaskan materi ataupun konsep-konsep IPA di SD/MI. Perlu diketahui bahwa tidak ada metode yang dapat diserap 100% oleh siswa, namun dengan menggunakan metode yang tepat akan sangat membantu siwa dalam mencapai tujuan belajarnya dengan optimal.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa sajakah pendekatan pada pembelajaran IPA di SD/MI.
2.      Bagaimanakah strategi dan metode pada pembelajaran IPA di SD/MI.

C.     Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan makalah ini adalah :
1.       Dapat menjelaskan pendekatan yang dapat digunakan dalam menjelaskan konsep-konsep IPA di SD/MI.
2.      Dapat menjelaskan strategi dan metode pada pembelajaran IPA di SD/MI.
3.      Sebagai calon seorang guru, kita dapat nantinya mengaplikasikan hal tersebut dengan optimal.
BAB II
PEMBAHASAN
1.      Beberapa Pendekatan Dalam Pembelajaran IPA di SD/MI
Pendekatan pembelajaran adalah titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran.
a.       Pendekatan Ekspositori
Pendekatan ini lebih bersifat “memberi tahu”. Artinya guru lebih dominan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini siswa bersifat pasif, hanya  menerima pelajaran yang diberikan oleh guru. Yang dilakukan guru pada pendekatan ini umumnya adalah memberi ceramah, mendemonstrasikan sesuatu dan lain-lain.
Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini adalah bahwa bahan pelajaran dapat diselesaikan dengan cepat dan dimengerti oleh siswa. Pendekatan ini dapat digambarkan sebagai DDCH (Duduk, Dengar, Catat, Hafal). Sehingga dalam pendekatan ini gurunya aktif sedangkan siswanya pasif.

b.      Pendekatan Inkuari
Pendekatan ini lebih bersifat “mencari tahu”. Artinya siswa sangat aktif mencari sendiri informasi yang ia perlukan. Dalam pendekatan ini dominasi guru lebih sedikit. Dari penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa pendekatan inkuari bertolak belakang dengan pendekatan ekspositori. Pendekatan ini menginginkan keaktifan siswa untuk memperoleh informasi sampai menemukan konsep-konsep IPA. Dalam pendekatan ini guru membimbing siswa menemukan sendiri konsep-konsep itu melalui kegiatan belajarnya.
Ditinjau dari kadar keterlibatan guru dalam pembelajaran, pendekatan ini terdiri dari :
c. Pendekatan Free Discovery (Penemuan Bebas)
Dengan pendekatan ini siswa diberi kebebasan untuk memilih sendiri masalah yang akan dipelajari maupun cara untuk memecahkan masalah tersebut. Pendekatan ini cocok bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan untuk berfikir formal. Namun menurut pengalaman piaget, ternyata tidak banyak anak usia SD/MI yang sudah mencapai tingkat pemikiran semacam itu.
 Pendekatan Guide Discovery (Penemuan Terbimbing)
Pendekatan ini dapat dikatakan sebagai gabungan dari pendekatan ekspositori dengan inkuari, tujuannya adalah untuk mendapatkan efektivitas yang optimal khususnya bagi anak usia SD/MI. Carin dan Sund (1985) mengatakan anak-anak yang masih sangat muda, perlu mendapat bimbingan guru yang relatif besar.
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling tepat digunakan untuk anak usia SD/MI. Dalam hal ini siswa aktif melakukan eksplorasi atau observasi atas bimbingan guru. Kegiatan ini dapat meningkatkan intelektual siswa, dan hasil belajar menjadi lebih tinggi serta dapat mengembangkan sikap positif terhadap IPA.
e.  Pendekatan Eksploratory Discovery (Penemuan Eksploratorik)
Dalam pendekatan ini tugas guru antara lain:
1)      Melontarkan masalah-masalah dan mengundang siswa untuk memecahkan masalah tersebut.
2)      Memberi motivasi belajar.
3)      Membantu siswa yang benar-benar memerlukan agar tidak mengalami jalan buntu atau frustasi.
4)      Bila perlu, guru sebagai narasumber.

Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini antara lain:
1)      Dapat memberi kemampuan awal kepada siswa untuk melakukan sendiri suatu penelitian.
2)      Dapat memacu keberanian siswa untuk melakukan penelitian secara mandiri dimasa yang akan datanng.

c.       Pendekatan Proses
Pendekatan ini senada dengan pendekatan inkuari, karena pendidikan ini menginginkan keaktifan  siswa dan juga guru tidak dominan dalam proses pembelajaran tetapi bertindak sebagai organisator dan fasilitator saja.
Pendekatan ini memiliki ciri-ciri khusus:
1)      Ilmu pengetehuan tidak dipandang sebagai produk semata tetapi sebagai proses.
2)      Siswa dilatih untuk terampil dalam memperoleh dan memproses informasi dalam pikirannya.
d.      Pendekatan Konsep
Konsep adalah suatu ide yang menghubungkan beberapa fakta. Dalam pencapaian atau pembentukan konsep biasanya peserta didik memerlukan benda-benda konkrit untuk diotak-atik, eksplorasi fakta-fakta dan ide-ide secara mental. Pendekatan konsep memerlukan lebih dari sekedar menghafal, lebih menunjukkan gambaran yang lebih tepat tentang IPA.
e.       Pendekatan STM
Pendekatan ini diyakini oleh para pakar pendidikan IPA di Amerika sebagai pendidikan IPA yang paling tepat sebab mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi abad ke 21 yaitu abad ketergantungan manusia kepada sains dan teknologi. Rasional dari pendekatan ini adalah segala penemuan dalam bidang sains dan teknologi dapat untuk kesejahteraan manusia. Didalam pendekatan IPA dengan pendekatan STM, guru membantu murid-murid mempelajari sains dengan menggunakan isu-isu dalam masyarakat yang merupakan dampak sains dan teknologi sebagai piƱata pembelajaran IPA.
f.       Pendekatan Factual
Pendekatan ini menekankan penemuan fakta-fakta dalam IPA . contoh informasi yang didapatkan murid dengan pendekatan ini, misalnya ular termasuk golongan reptil, merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari. Metode yang digunakan dalam pendekatan ini adalah membaca, mengulang, melatih dan lain-lain.  Pada dasarnya pembelajaran IPA dengan pendekatan ini akan menimbulkan kebosanan pada diri murid-murid dan tidak memberikan gambaran yang benar tentang IPA.  

2.      Strategi dan Metode Pembelajaran IPA di SD/MI
A.    Srategi Pembelajaran IPA di SD/MI
Dalam dunia pendidikan, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai pola umum atau perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sebelum menentukan strategi pembelajaran, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. Namun kita perlu mengingat bahwa tidak seua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan.
                  Berikut ini beberapa strategi pembelajaaran IPA :
1.      Strategi Pembelajaran Langsung
Strategi ini adalah yang paling banyak digunakan oleh guru. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap.
Kelebihan strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan oleh guru. Sedangkan kelemahannya adalah siswa dituntut memiliki sikap yang diperlukan untuk pemikiran kritis.
2.      Strategi Pembelajaran Tak Langsung
Strategi ini berlawanan dengan strategi pembelajaran langsung. Strategi pembelajaran tak langsung biasanya berpusat pada siswa. Pada strategi ini guru berperan sebagai fasilitator, yang mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
Kelebihan strategi ini adalah mendorong kreativitas dan pengembangan keterampilan interpersonal dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa. Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan waktu yang panjang dalam penerapannya.
3.      Strategi Pembelajaran Interaktif
Strategi ini menekankan pada diskusi dan sharing diantara peserta didik. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat saling berbagi pengalaman yang mereka miliki dalam mengerjakan suatu tugas.
Kelebihan strategi ini adalah siswa dapat belajar dari temannya dan gurunya dan belajar menghargai pendapat temannya. Sedangkan kekurangannya adalah bahwa pembelajaran sangat bergantung pada kecakapan guru dalam menyusun dan mengembangkan dinamika kelompok.
4.      Strategi Pembelajaran Empiric
Strategi ini berpusat pada siswa dan berbasis aktivitas.
Kelebihan strategi ini adalah  meningkatkan partisipasi siswa, meningkatkan sifat kritis siswa. Sedangkan kelemahannya adalah penekanan hanya pada proses bukan pada produk dan memerlukan waktu yang panjang.
5.      Strategi Pembelajaran Mandiri
Strategi ini bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Stratgi ini kurang cocok sebenarnya untuk anak SD/MI tapi tidak salah apabila digunakan.
Kelebihan strategi ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggungjawab. Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan pemikiran yang kritis dan pemikiran yang dewasa, sehingga sulit menggunakannya untuk anak usia SD/MI.
B.     Metode Pembelajaran IPA di SD/MI
Metode adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Berikut ini adalah beberapa metode pembelajaran ipa di SD/MI :
1.      Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode dimana guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, kemudian memberikan suatu persoalan atau masalah untuk dipecahkan secara bersama-sama dengan teman satu kelompoknya.
Ciri-ciri metode ini adalah :
§  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok
§  Ada permasalahan yang sedang dicarikan solusinya
§  Ada yang menjadi pemimpin
§  Ada proses tukar pendapat
§  Ada hasil diskusi.
2.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang digunakan guru dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian ataupun konsep-konsep IPA kepada siswa. Metode mengajar yang seperti ini sangat disukai oleh siswa karena adanya pergerakan pada proses belajar-mengajar.
3.      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah cara penyajian bahan ajar dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Kelebihan metode ini adalah :
§  Suasana belajar yang lebih aktif
§  Siswa memperoleh kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami
§  Guru dapat mengetahui tingkat penguasaan peserta didik secara langsung
§  Dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat secara lisan.
Kelemahan metode ini adalah :
§  Pertanyaan yang diberikan cenderung meminta jawaban yang bersifat hafalan
§  Guru sulit mengetahui secara pasti tentang siswa yang tidak mengajukan pertanyaan, apakah sudah menguasai atau belum.
4.       Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan tidak asing lagi dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan. Cara ini kadang membosankan, maka dalam pelaksanaannya memerlukan keterampilan tertentu, agar penyajiannya tidak membosankan dan dapat menarik perhatian siswa.
Kelebihan metode ini adalah :
§  Merupakan metode yang murah dan mudah
§  Dapat menyajikan materi yang pelajaran yang luas
§  Dapat mengontrol keadaan kelas
§  Dapat diikuti jumlah siswa yang besar
§  Dapat menyelesaikan materi pelajaran dengan cepat.
Kelemahan metode ini adalah :
§  Materi yang dikuasai siswa akan terbatas pada apa yang dikuasai guru
§  Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, maka siswa akan merasa bosan
§  Guru sulit mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti tentang materi yang sudah dijelaskan oleh guru
§  Cenderung membuat siswa pasif.
5.      Metode Eskperimen
Metode pembelajaran eksperimen adalah cara pengelolaan pembelajaran dimana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri konsep IPA yang dipelajarinya.
6.      Metode Study Tour  
Metode ini adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan dengan didampingi oleh pendidik.
7.      Metode Resitasi
Metode pembelajaran resitasi adalah metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
8.      Dan lain-lain.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari penjelasan bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pengertian daripada pendekatan, strategi, dan metode dalam proses belajar-mengajar adalah berbeda. Namun dalam penerapannya ketiga hal tersebut saling berkaitan, sehingga banyak orang menganggap bahwa itu adalah sama. Pendekatan pembelajaran itu sendiri dapat diartikan sebagai titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran. Dan Strategi Pembelajaran adalah pola umum atau perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Jadi jelaslah bahwa ketiganya memang berbeda.

B.     Saran

Sebagai  seorang guru yang yang profesional saat mengajar di dalam kelas, kita harus memiliki wawasan yang luas, tentang bagaimana cara mengajar yang menarik bagi siswa dan tidak membosankan. Setelah membaca makalah ini, disarankan kita dapat menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan keadaan kelas, sehingga proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan optimal.

Jumat, 20 Maret 2015

BIMBINGAN BELAJAR "BALE ILMU"

BALE ILMU ( B I )


Bale Ilmu (B I)  adalah sebuah wahana untuk belajar di lingkungan rumah yang didirikan oleh Mukhtar Arief Mahmudi, seorang pengajar/pendidik/guru dari Lembaga Pendidkan Istiqomah Sambas Purbalingga. Berdiri tanggal 25 April 2008, Sejak berdirinya Bale Ilmu  (BI) sudah ratusan siswa yang pernah merasakan belajar bersama. Dan Alhamdulillah hasilnya juga tidak mengecewakan. Selain tingkat SD, BI juga bisa menerima untuk yang tingkat SMP bahkan SMA. Adapun mata pelajaran yang diajarkan adalah semua mata pelajaran. Selain pelajaran dari sekolah yang didapat, BI juga menyisipkan motivasi-motivasi untuk siswa. Beralamat di Perumahan Wirasana Regency Blok B No.6, Alhamdulillah BI sekarang memiliki kurang lebih 25 siswa khusus untuk kelas 5 dan 6.
Beberapa siswa kelas 5 sedang mengerjakan soal

Selasa, 17 Maret 2015

Foto bersama kontingen Jawa Tengah KSM di Makassar 2014


Pembinaan Siswa Berprestasi di MI Istiqomah Sambas Purbalingga

PEMBINAAN SISWA BERPRESTASI DI MI ISTIQOMAH SAMBAS PURBALINGGA
I.     Pendahuluan
Siswa adalah aset bagi sekolah, karena berperstasi tidaknya siswa tidak bisa lepas dari sekolah, selain keluarga dan lingkungan. Jika siswa berprestasi, maka peran sekolah akan ikut terbawa. Sekolah menjadi kawah candradimuka para siswa untuk menimba ilmu. Akhir-akhir ini banyak lembaga baik formal maupun non formal mengadakan  event perlombaan siswa berprestasi. Dinas Pendidikan dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN)baik  cabang matematika dan IPA, kemudian dari Kementerian Agama juga dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) juga dengan mapel matematika dan IPA. Belum lagi dari Universitas atau perguruan tinggi seperti Unsoed, UMP, Undip, Unnes, dll. Keikutsertaan lomba sudah sejak tahun 2000-an. Prestasi yang diraih juga sudah cukup banyak dan prestasi yang membanggakan terakhir adalah mendapatkan medali perak dalam Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional ntuk mapel IPA di Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan pengalaman inilah, maka penulis ingin berbagi pengalaman kepada pembaca tentang pembinaan siswa berprestasi khususnya di MI Istiqomah Sambas Purbalingga mengingat jumlah siswa yang cukup banyak yaitu 1150-an siswa.
II.   Pembinaan
1.       Pencarian Bibit Unggul
Tahap ini adalah tahap awal dalam pembinaan siswa berprestasi. Pencarian bibit unggul bisa dimulai dari kelas 3 atau kelas 4 sehingga diharapkan dikelas 5 sudah cukup matang. Dalam memilih siswa berprestasi tidak hanya mempertimbangkan dari nilai akademisi yang bagus saja, tetapi yang lebih penting adalah mempunyai sifat atau karakter bertanding dan berkompetisi serta bermental juara.
2.       Penseleksian
Proses penseleksian dilakukan secara tertulis dan lisan. Tertulis dengan memberi soal sesuai dengan kurikulum 2006 dan pengembangan. Setelah tahap tertulis selesai, maka dilakukan tahap kedua yaitu secara lisan.
3.       Pembinaan
Tahap ini bisa disebut inti dari semua proses kegiatan dalam pembinaan siswa lomba. Dalam membina harus disertai dengan perencanaan yang matang dan jadwal yang kontinue.
4.       Pendampingan Lomba
Setelah melalui proses pembinaan, maka tiba saatnya pada hari pelaksanaan lomba. Meskipun sudah tahap akhir, namun si anak masih perlu pendampingan. Hal ini supaya anak tetap dalam keadaan stabil secara emosi dan tidak mengalami stres meskipun si anak sudah sering mengikuti lomba. Pendampingan lomba bukan hanya sekedar anak dibawakan snack atau makanan, tapi senantiasa diberi motivasi-motivasi. Contoh motivasi yang diberikan pada anak antara lain : bahwa si anak tidak sendirian dalam mengikuti lomba tapi masih ada guru pembimbing yang selalu mendampingi si anak lomba,
III. Penutup
Sebagai penutup, penulis ingin menyampaikan pada pembaca bahwa ibarat anak adalah seperti pita kosong. Jika kita bisa mengisinya dengan baik, maka akan mengeluarkan hasil yang baik. Jika kita bisa membina siswa kita dengan baik dan benar, maka prestasi tinggal menunggu waktu saja.


Catatan :
Beberapa pengalaman penulis dalam keikutsertaan pembinaan lomba  dan prestasi siswa di MI Istiqomah Sambas Purbalingga antara lain :
1.       Finalis ke-5 Olimpiade Online Nasional Tahun 2013
2.       Juara 2 Olimpiade Sains Nasional mapel IPA tahun 2013
3.       Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah mapel Matematika tahun 2013
4.       Juara 2 Olimpiade Sains Nasional mapel Matematika tahun 2014
5.       Juara 1 International Mathamatic Sains Olimpiad (IMSO) Tingkat Kabupaten Tahun 2014
6.       Juara 2 Medali Perak Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional mapel IPA tahun 2014
7.       Finalis ke-5 Olimpiade Online Nasional Tahun 2014

8.       Dan event-event perlombaan  dari beberapa perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya yang tidak bisa dihitung satu persatu.

Senin, 16 Maret 2015

Riwayat Penulis Sampai Menjadi Seorang Guru

Bagian I


Selama ini banyak orang yang keheranan ketika ada guru bergelar SKM alias Sarjana Kesehatan Masyarakat. Tidak sedikit yang beranggapan skeptis dengan gelar pendidikan yang disandang penulis dikaitkan dengan dunia pendidikan. Oleh karena itu penulis ingin berbagi cerita tentang profesi penulis, baik sebelum, maupun sesudah menjadi guru.
Berikut sedikit cerita atau catatan tentang kehidupan penulis sehingga menjadi seorang guru.
Ƙ  Pada akhir tahun 1999, penulis pernah magang selama 3 bulan di Rumah Sakit Umum Banyumas, saat itu rumah sakit Banyumas menjadi rumah sakit percontohan di Provinsi Jawa Tengah.  Pembimbing lapangan saat itu bernama Bapak Putut Karyawan, seorang karyawan RS yang bekerja di bawah naungan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) . Di akhir magang saya pernah ditawari untuk bekerja di Rumah Sakit tersebut asalkan dari Diploma III disarankan untuk meneruskan ke S1 terlebih dahulu.
Ƙ  Karena keinginan yang kuat pada diri penulis untuk bekerja di Rumah Sakit, maka pada tahun 2000 penulis mencoba untuk melanjutkan ke program S1-nya di Semarang, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengambil fakultas Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja. Kebetulan saat itu hanya ada dua universitas di Semarang yang membuka fakultas Kesehatan Masyarakat, yaitu Universitas Diponegoro (Undip) dan Unimus.
Ƙ  Keinginan dan kesempatan  saya yang pertama untuk bisa kuliah di Undip tidak tercapai, dan akhirnya saya diterima di Unimus, meskipun dosennya sebagian besar juga dari Undip.
Ƙ  Tahun 2003 saya selesai study di Unimus, dan mencoba menagih janji yang dulu pernah disampaikan oleh pembimbing saya di RSU Banyumas, namun ternyata Beliau tidak bisa menepati janjinya.
Ƙ  Akhirnya tahun 2004 saya mencoba mendaftarkan lamaran saya di suatu Lembaga Penelitian Tanaman Obat Karyasari di Bekasi, dan alhamdulillah diterima sebagai peneliiti bersama tim peneliti lain dari dokter, farmasi, biologi, kimia dan pertanian. Kebetulan saya sebagai tenaga kesehatan masyarakatnya. Namun di tengah perjalanannya hati nurani saya berontak, karena pemilik lembaga tersebut adalah seorang Nasrani dan hasil keuntungan dari lembaga tersebut tidak menutup kemungkinan akan digunakan pada kepentingan-kepentingan tersebut seperti kristenisasi.
Ƙ  Ternyata penulis hanya bertahan 1 tahun di LPTO Karyasari, kemudian penulis mengundurkan diri di lembaga tersebut di akhir tahun 2004. Namun banyak hal-hal yang bisa penulis ambil hikmah dari itu semua. Pertama, penulis mendapat kesempatan berkeliling Indonesia khususnya di Universitas-universitas unggul untuk mengambil hasil-hasil penelitian tanaman obat mulai dari Universitas Indonesia (UI) baik yang di Depok maupun yang di Salemba, ITB Bandung, IPB Bogor, Universitas Padjajaran, UMM dan Unibraw Malang, dll masih banyak yang lainnya selain universitas di Jawa Tengah. Kedua penulis mendapat kesempatan menjadi tutor pada pelatihan tanaman obat kelas pengobat herbal dengan siswa dari para pengobat, farmasi, dokter, dll. Ketiga, penulis mendapat kesempatan menjadi Redaktur sebuah majalah Herba, Keempat penulis mendapat kesempatan menjadi salah satu pembicara di seminar aktif tanaman obat tentang pengobatan tekanan darah tinggi dan ginjal dengan menggunakan tanaman obat di daerah Cilangkap, Jakarta Timur. Dan masih banyak pengalaman yang lain seperti menjadi guide jalan-jalan di kebun tanaman obat di daerah Bogor.
Ƙ  Pada tahun 2005, penulis di terima di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat di Semarang sebagai seorang penyuluh kesehatan di sekolah-sekolah. Dan akhirnya dari situlah penulis mulai jatuh cinta pada dunia pendidikan. Namun karena pergerakan yang sangat mobile dari lembaga tersebut, akhirnya penulis mengundurkan diri bersama teman-teman di daerah Banyumas dan sekitarnya.
Ƙ  Pada akhir tahun 2005, penulis bersama teman-teman mendirikan sebuah yayasan tentang tanaman obat bernama, “Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Herbal Insani Perwira atau biasa disingkat HIPA” dan ditunjuk penulis sebagai ketua yayasan. Pergerakannya juga sudah lumayan bagus, mulai dari melobi Dinas Pertanian untuk membuat Lahan Tanaman Obat, PKK Kabupaten Purbalingga untuk penyuluhan rutin dan pengobatan alternatif, bahkan sudah sempat mencetak buku panduan tentang tanaman obat. Namun sekali lagi di tengah perjalanan ada keinginan teman-teman yang ingin bergerak instan dan cepat mendapatkan keuntungan  yang lebih, akhirnya satu persatu anggota mundur dan mencari profesi yang baru.
Ƙ  Sementara penulis masih menjalankan yayasan tersebut bersama sebagian teman yang lainnya, pada tahun 2006 awal, penulis mencoba mendaftarkan diri kembali di Rumah Sakit PKU Lamongan Jawa Timur. Rumah Sakit tersebut termasuk salah satu rumah sakit terbesar dan terbaik untuk kelas PKU di Indonesia. Ada tiga seleksi di Rumah Sakit tersebut, dan alhamdulillah penulis bisa melalui tahap demi tahap sampai tahap terakhir dan masih tersisa tiga orang termasuk penulis, bersama teman dari Sragen dan Jombang. Ketika pengumuman, betapa kagetnya karena tidak ada satupun peserta tes yang diterima, namun justru titipan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat yang tidak mengikuti tes sama sekali yang diterima. Kekecewaan penulis akhirnya semakin menjadi dan ada rasa trauma ketika mendengar setiap ada lowongan pekerjaan di rumah sakit.
Ƙ  Akhirnya pada bulan April 2006, penulis mencoba mendaftarkan diri menjadi seorang pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sambas Purbalingga dan alhamdulillah diterima mulai TMT berlaku bulan Juli 2006 sampai dengan penulis menulis cerita ini, yaitu tanggal 17 Maret 2015 sudah kurang lebih 9 tahun penulis mengabdi di MI Istiqomah  Sambas Purbalingga. Kebetulan memang di MI Istiqomah Sambas tidak hanya memandang dari basic pendidikan, Asalkan dari S1, IPK minimal 3.00, dan mampu mengajar, maka bisa menjadi guru di MI Istiqomah Sambas Purbalingga.

Ƙ  Cerita berikutnya bersambung selama penulis menjadi Guru di MI Istiqomah Sambas Purbalingga. Mulai Penulis menjadi Guru Kelas 4, guru kelas 3 dan guru kelas 5.

Ulangan Harian ke I IPA Kelas 5 Semester II

Berikut saya poskan Ulangan Harian I IPA Kelas 5 Semester II tentang Gaya dan Pesawat Sederhana. Semoga bermanfaat.

ULANGAN HARIAN KE – I
MI ISTIQOMAH SAMBAS PURBALINGGA

Tahun Pelajaran 2014/2015

Nilai :

Mata Pelajaran   : IPA
Kelas/Smt          : V/ II
Materi                 : Gaya-Pesawat Sederhana
Hari / tanggal     : 

Nama   : _________________________

Kelas   : V____

No.Abs :  __

A.    PEMAHAMAN KONSEP
             I.Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1.      Benda yang dilemparkan ke atas akan jatuh lagi ke bumi. Hal ini disebabkan karena……
2.      Jika semakin halus permukaan suatu benda, maka gaya geseknya semakin….
3.     
                                     Pada gambar di samping adalah pembuatan magnet dengan cara….



4.      Membuat magnet dengan cara didekatkan antara besi dengan magnet disebut pembuatan magnet dengan cara….….
5.                                     Perhatikan gambar berikut ! Kerekan untuk menaikan bendera termasuk pesawat sederhana jenis katrol…..


          

6.                                                                     Perhatikan gambar berikut ! Pembuka tutup botol termasuk pesawat  sederhana jenis pengungkit atau tuas golongan ke….




7.      Prinsip kerja baji dan sekrup adalah contoh pesawat sederhana jenis…
8.      Makin landai atau kecil sudut yang diberikan pada bidang miring, maka gaya yang diberikan semakin……
9.      Setir mobil dan kursi roda adalah contoh pesawat sederhana jenis…..
10.                                  Pada gambar di samping adalah termasuk jenis katrol…………..






          II.Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat !
1.      Disebut gaya apakah jika dua buah permukaan benda saling bersentuhan !
      ……………………………………………………………………………………………….
2.      Dimanakan letak kekuatan magnet terbesar?
……………………………………………………………………………………………….
3.      Apakah yang akan terjadi jika kedua kutub magnet yang senama/sejenis didekatkan?
……………………………………………………………………………………………….
4.      Apakah  jenis pesawat sederhana pada permainan jungkat-jungkit ?
……………………………………………………………………………………………….
5.      Apakah jenis katrol yang terdapat pada sumur timba ?
……………………………………………………………………………………………….

       III.Jawablah pertanyaan uraian di bawah ini dengan tepat !
1.      Sebutkan 3 (tiga) macam cara membuat magnet  !
a._______________________________________________________________________
b._______________________________________________________________________
c._______________________________________________________________________



2.      Sebutkan 3 (tiga) cara memperkecil gaya gesek !
a._______________________________________________________________________b._______________________________________________________________________c._______________________________________________________________________
3.      Sebutkan 4 (empat) contoh pengungkit/tuas golongan ke-I !
a._______________________________________________________________________
b._______________________________________________________________________
c._______________________________________________________________________
d._______________________________________________________________________

B.     PENERAPAN KONSEP
I.       Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1.      Jatuhnya buah dari atas pohon dengan sendirinya disebabkan karena adanya gaya….
2.      Telapak sepatu bola dibuat kasar dengan memberi pul dengan tujuan memperbesar.….
3.      Jika silet diletakkan di atas permukaan air yang tenang, maka yang terjadi adalah ujung silet akan menghadap arah……..
4.                                                                                                        Pada percobaan berikut menunjukkan prinsip pengungkit/tuas bahwa lengan beban harus lebih………dari lengan kuasa.

5.                                                      Pada gambar tersebut, titik tumpu terletak pada huruf….




6.      Beberapa kapal besar sedang memindahkan barang peti kemas menuju ke truk trailer. Pesawat sederhana yang tepat untuk memindahkannya adalah jenis …….
7.      Yusuf kesulitan mengambil paku yang ada di tembok dengan tangannya sendiri. Sebaiknya Yusuf menggunakan pesawat sederhana jenis pengungkit/tuas golongan….
8.      Ahmad berencana akan memindahkan drum-drum minyak dari  bawah menuju ke mobil. Pesawat sederhana yang tepat untuk memindahkan drum-drum tersebut adalah dari jenis…
9.      Karena cacat kaki, Safiq menggunakan kursi roda untuk membantunya berjalan. Pesawat sederhana yang dimaksud termasuk jenis…..
10.  Agar mesin-mesin pada kendaraan tidak cepat rusak dan aus karena saling bergesekan, maka diberi……

II.    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat !
1.      Apakah yang menyebabkan astronot di ruang angkasa dapat melayang-layang di udara?
……………………………………………………………………………………………….
2.      Apakah tujuan memberikan pelumas/oli pada mesin-mesin ?
……………………………………………………………………………………………….
3.      Apakah yang menyebabkan jarum kompas selalu menunjukkan arah utara dan selatan?
……………………………………………………………………………………………….
4.      Apakah yang terjadi jika ban pada kendaraan tidak diberi ulir ?
……………………………………………………………………………………………….
5.      Apakah ciri-ciri tuas golongan ke-II !
……………………………………………………………………………………………….

III. Jawablah pertanyaan uraian di bawah ini dengan tepat !
1.      Mengapa bola yang digelindingkan di lantai yang datar lama-kelamaan akan berhenti ?

 



2.      Saat bertamasya ke Puncak, Aisyah melihat jalan menuju pegunungan berkelok-kelok.
Mengapa jalan dipegunungan dibuat berkelok-kelok ?